Sejarah


Sejarah


  • Hendri Arifin
  • 13. 02. 2020
  • 152

Latar Belakang

Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  bermula dari kelas jauh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan jurusan Ilmu Adminstrasi Negara. Pembukaan kelas jauh ini tidak lepas dari prakarsa beberapa orang anggota Muhammadiyah dan simpatisan yang pada waktu itu bertugas di IKIP Medan Cabang Padangsidimpuan. Dalam perkembangannya bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tapanuli Selatan dimulailah diwujudkan menjadi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS).

FISIPOL UMTS berada di kampus Jl. St Mohd. Arief yang letaknya strategis mudah dijangkau dari segala arah di Kota Padangsidimpuan. Kehadirannya memiliki nilai strategis dan diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat pentingnya peningkatan sumber daya manusia.

Bersandar pada Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni Pendidikan/Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Pada Masyarakat dan Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan, FISIPOL terus melakukan pembenahan segala aspek, terutama segi profesionalitas, mutu proses belajar mengajar dan sarana – prasarana penunjang kegiatan catur dharma UMTS.

Dalam upaya pengembangan dan menjaga kepercayaan pengguna lulusan FISIPOL UMTS,  maka diperlukan upaya yang terencana, sistmatis dan terarah melalui Rencana Strategis (RENSTRA).

Sejarah Pendirian Fakultas

Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan disingkat UMTS merupakan salah satu lembaga pendidikan tinggi dalam lingkungan persyarikatan Muhamadiyah, yang lahir pada tanggal 15 Juli 1983. Cikal bakal dari UMTS bermula dari kelas jauh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan. Awal berdirinya hanya ada dua (2) fakultas yaitu Fakultas Keguruan dan ilmu Pendidikan jurusan bahasa Indonesia dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Ilmu Administrasi Negara.

Sejalan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat satu tahun sejak berdirinya dua fakultas tersebut pada tahun 1984 dibuka fakultas hukum. Melihat perkembangan yang terjadi atas kesepakatan antara Pimpinan Muhammadiyah Daerah Tapanuli Selatan dengan Rektor UMSU pada waktu itu dr. Dalmy Iskandar, fakultas-fakutas cabang UMSU di Padangsidimpuan diusulkan menjadi Sekolah Tinggi. Keinginan untuk mendirikan Sekolah Tinggi yang bsendiri lepas dari induknya  UMSU disampaikan kepada Kopertis Wilayah I dan mendapat sambutan yang baik dengan terbitnya Surat Keputusan (SK)Menteri Kebudayaan Republik Indonesia untuk tiga (3) Sekolah Tinggi tersebut :

  1. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UMSU Cabang Padangsidimpuan berubah menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Padangsidimpuan dengan SK Mendikbud 0661/0/1985 tanggal 30 Desember 1985.
  2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMSU Cabang Padangsidimpuan berubah menjadi Sekolah Tinggi Sosial Politik Muhammadiyah Padangsidimpuan dengan SK Mendikbud No. 0315/0/1986 tanggal 8 April 1986.
  3. Fakultas Hukum UMSU Cabang Padangsidimpuan berubah menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah Padangsidimpuan dengan SK Mendikbud No. 0324/0/1986 tanggal 16 April 1986.

 Sejalan dengan perkembangan ketiga sekolah tinggi ini dan potensi perkembangannya untuk menjadi salah satu perguruan tinggi di Sumatera Utara bagian Selatan berdasarkan hasil Keputusan Musyawarah Daerah Muhammadiyah tapanuli selatan pada tanggal 7 s/d 9 April 1986 di Padangsidimpuan mengamanahkan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk mengembangkan tiga Sekolah Tinggi Muhammadiyah ini menjadi Universitas.

Salah satu fakultasnya adalah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebagai Fakultas kedua dari UMTS ini dengan program studi Ilmu Admistrasi Negara.

Program Studi Ilmu Administrasi Negara

Prodi Ilmu Administrasi Negara Fakultas  Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  bermula dari kelas jauh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan jurusan Ilmu Adminstrasi Negara. Pembukaan kelas jauh ini tidak lepas dari prakarsa beberapa orang anggota Muhammadiyah dan simpatisan yang pada waktu itu bertugas di IKIP Medan Cabang Padangsidimpuan. Dalam perkembangannya bersama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tapanuli Selatan dimulailah diwujudkan menjadi Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan.

Prodi IAN FISIPOL UM Tapanuli Selatan berada di kampus Jl. St Mohd. Arief yang letaknya strategis mudah dijangkau dari segala arah di Kota Padangsidimpuan. Kehadirannya memiliki nilai strategis karena bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Mengacu  pada catur dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni pendidikan/pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan nilai-Nilai Kemuhammadiyahan, Prodi IAN terus melakukan pembenahan segala aspek, terutama segi profesionalitas, mutu proses belajar mengajar dan sarana – prasarana penunjang kegiatan catur dharma UM Tapanuli Selatan.

Prodi IAN FISIPOL UM Tapanuli Selatan dalam perkembangannya mengalami pasang surut dikaitkan dengan animo mahasiswa yang memilih Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Tahun 2005 menjadi awal meningkatnya jumlah mahasiswa secara signifikan dan ini terus berkelanjutan dalam setiap tahun akademik penerimaan mahasiswa baru. Sejalan dengan pertambahan jumlah mahasiswa setiap tahunnya penyiapan sarana dan prasarana akademik dan non akademik terus diupayakan.

Peningkatan sarana dan prasarana tersebut juga terus diimbangi dengan peningkatan akreditasi program studi sebagai wujud jaminan mutu yang bersifat eksternal, disamping terus menerus dilakukan juga penguatan sistem penjaminan mutu internal. Semakin baiknya sistem penjaminan mutu eksternal tersebut dibutikan dengan terakreditasi program studi di great B. Dengan akreditasi B tersebut berbagai upaya yang sifatnya penguatan di bidang catur dharma terus dilakukan.

Sarana dan prasarana

Prodi IAN Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UM Tapanuli Selatan memiliki beberapa sarana berupa beberapa ruangan untuk menunjang kegiatan administrasi, akademik dan kemahasiswaan. Sarana tersebut berupa 1 (satu) ruang yang terintegrasi antara ruang kerja ruang program studi, ruang administrasi, ruang singgah dosen dan perpustakaan program studi. Meskipun belum memadai, namun cukup menunjang kegiatan administrasi dan akademik. Sedangkan untuk ruang kuliah berjumlah 7 ruangan dengan masing-masing ukuran berkisar  8m x 7m, dan telah mencukupi untuk kebutuhan  proses belajar mengajar. Adapun prasarana yang tersedia di Prodi IAN telah memadai dan setiap tahun anggaran terus diupayakan penambahannya.